BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Proses belajar mengajar merupakan suatu kegiatan
melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan agar dapat menjadikan siswa
mencapai tujuan pendidikan yang telah di tetapkan. Dalam mencapai tujuan
tersebut siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang di atur guru melalui
proses pengajaran. Proses pembelajaran sebagai proses interaksi antara guru dan
siswa. Dalam kegiatan belajar mengajar terjadi proses pembelajaran untuk
menguasai kopetensi sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), untuk
dapat melaksanakan kegiatan tersebut memerlukan rencana pembelajaran yang
matang dengan memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan dimana proses belajar
mengajar tersebut di lakukan,
kesadaran tentang pentingnya pendidikan yang dapat
memberikan harapan dan kemungkinan yang lebih baik di masa mendatang, telah
mendorong berbagai upaya dan perhatian dari pemerintah, komponen pendidikan
serta seluruh lapisan masyarakat terhadap gerak langkah dan perkembangan dunia
pendidikan. Menurut Nanang Fattah dan H Mohammad Ali (MBS : 1.3)
pendidikan mempunyai tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, pada
intinya bertujuan untuk memanusiakan manusia, mendewasakan, mengubah
perilaku serta meningkatkan kualitas hidup, pada kenyataannya, pendidikan bukanlah suatu upaya
yang sederhana melainkan suatu kegiatan dinamis dan penuh tantangan. Pendidikan
akan selalu berubah seiring dengan perubahan zaman. Setiap saat pendidikan
selalu menjadi fokus perhatian, bahkan tidak jarang menjadi sasaran
ketidakpuasan karena pendidikan menyangkut kepentingan semua orang. Pendidikan
tidak hanya menyangkut investasi dan kehidupan di masa yang akan datang,
melainkan juga menyangkut kondisi dan suasana kehidupan saat ini. Itulah
sebabnya pendidikan senantiasa memerlukan perbaikan dan peningkatan, sejalan
dengan semakin tingginya kebutuhan dan tuntutan kehidupan
masyarakat, proses pendidikan di
sekolah diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta
meningkatkan derajat sosial masyarakat bangsa, perlu dikelola, diatur, dan
diberdayakan, agar dapat menghasilkan produk atau hasil secara optimal. Dengan
kata lain sekolah sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan, merupakan sistem
yang memiliki berbagai perangkat dan unsur saling berkaitan tentunya memerlukan
pemberdayaan. Secara internal sekolah memiliki perangkat kepala sekolah, guru,
murid, kurikulum, sarana dan prasarana. Secara eksternal sekolah memiliki
hubungan dengan instansi lain baik secara vertikal maupun horizontal. Oleh karena
itu, sekolah memerlukan pengelolaan yang akurat agar dapat memberikan hasil
yang optimal, sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan semua pihak yang
berkepentingan.
Agar proses pembelajaran berjalan
optimal guru harus mengetahui karakteristik siswa, mampu melakukan perbaikan
pembelajaran bila terdapat masalah pada saat proses pembelajaran berlangsung.
Perbaikan tersebut ialah dengan melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Sesuai dengan tugasnya guru harus mampu
menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan sehingga memungkinkan siswa
memiliki hasil belajar yang lebih baik di bandingkan dengan pembelajaran
sebelumnya.
1.
Identifikasi
Masalah
Berdasarkan
hal tersebut, penulis melakukan refleksi dan identifikasi sehingga kemudian
terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam proses pembelajaran, yaitu:
1.
Tingkat
penguasaan siswa terhadap materi pelajaran masih rendah.
2. Siswa
kurang memperhatikan penjelasan guru
3.
Siswa
tidak mau bertanya jika tidak mengerti
4.
Hanya
beberapa siswa yang bisa menjawab pertanyaan guru
5.
Tidak
mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR)
6. Siswa
kurang semangat dalam belajar
7.
Guru
terlalu cepat menjelaskan
8. Kurangnya minat siswa untuk menerima pelajaran dalam
kegiatan belajar mengajar
2.
Analisis
Masalah
Dari
permasalahan diatas, dapat dianalisis permasalahannya adalah sebagai berikut:
1. Siswa
kurang menyimak penjelasan guru, karena cara guru menjelaskan materi pelajaran
kurang menarik.
2. Alat
bantu atau media pembelajaran yang digunakan guru kurang memadai.
3. Siswa
tidak dapat menjawab pertanyaan guru, karena pertanyaan yang diajukan guru
sukar dipahami siswa.
3. Alternatif
dan Prioritas Pemecahan Masalah
Dari
masalah tersebut jelas akan berdampak buruk terhadap pencapaian hasil belajar
yang akhirnya hasil siswa tidak maksimal. Dalam proses belajar mengajar
peneliti berusaha mencari alternatif untuk perbaikan. Salah satu upaya yang di
gunakan yaitu menggunakan penerapan pendekatan scientifik.
Berdasarkan
latar belakang di atas, peneliti merasa termotivasi untuk melakukan penelitian
yang berjudul “ Penerapan pendekatan
scientific untuk meningkatkan kemampuan kompetensi PPKn siswa kelas 1 SD N
012Kuala Terusan Kabupaten Pelalawan Tahun Pelajaran 2014 - 2015”.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat di rumuskan
permasalahan yaitu
Upaya meningkatkan
hasil belajar siswa Kelas 1 SD Negeri 012 Kuala
Terusan pada mata pelajaran PPKn melalui
pendekatan scientific Tema 2. Kegemaranku Subtema 3 dan 4 ?
C.
Tujuan
Penelitian Perbaikan Pembelajaran
Rencana perbaikan
melalui siklus-siklus pembelajaran untuk Tema 2,subtema 3 dan 4 dilakukan
dengan tujuan :
Siswa :
a.
Agar
siswa dapat lebih menguasai materi pelajaran dengan baik
b.
Agar
siswa berani bertanya dan menggungkapkan pendapatnya
c.
Agar
siswa menjawab pertanyaan guru dengan
tepat secara individu
d.
Agar
siswa bersemangat dalam belajar
Guru :
a. guru dapat lebih cepat mengetahui kesulitan belajar siswa
b. menambahkan kreatifitas guru untuk menerapkan
pembelajaran variasi
c. menambah wawasan dalam menyelenggarakan proses
d. pembelajaran dengan menggunakan berbgai model
pembelajaran bagi siswa
Sekolah :
a. Memberi sumbangan penukaran sebagai peningkatan proses pembelajaran
dan kunjungan guru ,sehingga prestasi siswa meningkat dan
kualitas sekolah semakin baik.
D.
Manfaat
Perbaikan
Dengan dilakukan
perbaikan-perbaikan pada Tema 2, subtema 3 dan 4 Penulis berharap ada sedikit
manfaat yang diambil dari hasil penelitian.
Adapun manfaat penelitian yang diharapkan dalam laporan
perbaikan pembelajaran ini adalah:
1) Untuk
siswa, diharapkan akan dapat lebih meningkatkan hasil belajar, terutama pada
mata pelajaran PPKn disekolah dasar
2) Untuk
guru, dijadikan sebagai tolak ukur untuk pelaksanaan proses pembelajaran
dikelas, guru akan lebih berpengalaman memilih metode yang sesuai dan relevan
dengan materi yang diajarkan agar dapat meningkatkan pengetahuan guru tentang
menemukan strategi dalam pengunaan metode, dan sebagai pemicu motivasi terus
meningkatkan dalam proses pembelajaran dalam konteks luas.
3) Untuk
sekolah, dapat dijadikan rujukan dan infut upaya meningkatkan hasil proses pembelajaran
dan serta sebagai motivasi para guru melakukan rancangan kegiatan pembelajaran
dalam peningkatan mutu pendidikan
Bab 2 nya bagaimana yaa
BalasHapus